What, Why and How to LPDP

Pembicara pada sesi ini adalah direktur utama dan para direksi LPDP.

 

Negeri kita tercinta ini diproyeksikan kedepan menjadi negara dengen perekonomian ketujuh terbesar di dunia, hal ini karena Indonesia adalah negara yang kaya baik dari segi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia nya. Khususnya mengenai SDM, Indonesia akan mengalami jumping tenaga kerja (dari sekitar 55 juta menjadi 113 juta skilled workers di tahun 2020), hal ini disebabkan Indonesia diuntungkan dengan memiliki jumlah penduduk usia muda yang relatif besar.

Namun demikian, pengembangan SDM di Indonesia masih menghadapi banyak masalah, antara lain: kualitas dan kuantitas manusia terdidik yang relatif rendah, komposisi lulusan perguruan tinggi yang masih kurang ideal (jumlah lulusan teknik masih rendah), dan sangat rendahnya dana riset (sekitar 0.07% dari PDB), sementara negara lain setidaknya 1% dari total PDB.  Sementara itu, kemajuan suatu bangsa sangat berhubungan dengan dua hal yaitu pendidikan dan riset, sehingga diharapkan akan menciptakan produk-produk yang inovatif. Oleh karena itulah concern utama LPDP adalah peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan, riset serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Masalah lainnya yang terjadi di Indonesia adalah lemahnya/masih sedikit produk-produk yang memiliki patent. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti USA, merek-merek dagang mereka mendominasi dunia seperti McD, KFC dll, dari hasil patent ini mendatangkan pendapatan negara yang cukup besar.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aghion, Boustan dkk (2009) mengenai pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Penelitian ini menyatakan bahwa investasi dalam bidang pendidikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun demikian, investasi dalam berbagai level pendidikan akan menghasilkan dampak yang berbeda-beda misalnya adanya efek pertumbuhan yang positif dari exogenous shock terhadap investasi pendidikan empat tahun atau setara dengan sarjana, tetapi tidak ditemukan efek tersebut terhadap program dua tahun (lebih rendah dari level sarjana). Penelitian ini juga menyatakan bahwa exogenous shock terhadap pendidikan berbasis penelitian mempunyai efek yang positif namun hanya di negara bagian yang cukup erat dengan bidang teknologi. Berdasarkan temuan diatas, menurut hemat saya, LPDP telah menetapkan sasaran yang tepat pada pendidikan tinggi dan riset, namun mesti lebih selektif lagi dalam menentukan prioritas sektor/area sehingga sesuai dan meningkatkan comparative advantage Indonesia.  

Berdasarkan hasil pemaparan dan diskusi di sesi ini, terdapat beberapa saran untuk LPDP kedepan yaitu:

  1. Selain teknik sebaiknya LPDP juga memfokuskan diri kepada pengembangan nilai-nilai kebudayaan lokal misalnya dalam bidang seni yang selama ini menjadi comparative advantage Indonesia
  2. Beasiswa tidak hanya meliputi jenjang pendidikan tinggi, tetapi juga ke jenjang SMU (untuk lebih mempersiapkan future young leaders), apabila memungkinkan diberikan juga beasiswa untuk pelatihan keterampilan-keterampilan tenaga menengah, mengingat comparative advantage SDM Indonesia menurut hemat saya ada di level menengah.
  3. Apabila pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan taraf pendidikan, sebaiknya dibarengi dengan peningkatan gaji dan kesejahteraan karyawan, jangan sampai penerima beasiswa ini setelah lulus memilih untuk berbakti di negara lain. Selain itu, mendorong diciptakannya para entrepreneur baru.

  

Referensi:

Aghion P., Boustan L., et al, (2009), “The Causal Impact of Education on Economic Growth: Evidence from U.S.” diunduh dari: http://scholar.harvard.edu/files/aghion/files/causal_impact_of_education.pdf pada 27 Juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s