Socmed

Hiii..diary LPDP batch 2 hari ini tentang social media alias socmed, yang sehari-hari sangat akrab di telinga, mata dan jempol kita. Socmed bisa berbagai bentuk, masih ingatkan socmed pertama yang akrab dengan kita? Yups, Friendster, kemudian hampir semua orang bermigrasi ke Facebook, hingga sekarang mulai ada stigma, twitter paling keren diantara socmed yang ada. Program lainnya seperti LinkedIn, MySpace, path, Instagram dan masih banyak lagi. Yang semua punya target pasar/segment masing-masing.

Lalu..apa sebenarnya fungsi socmed itu? Saya setuju dengan Yunus Bani Sadar bahwa salah satu fungsi socmed adalah interaksi, menurut saya, pada hakikatnya, socmed itu lebih mempererat silaturahmi, bukan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Tapi untuk fungsi socmed sebagai media narsis, sebenarnya setiap orang punya hak untuk mengisi kehidupan socmed-nya, apakah diisi dengan narsis atau apapun.

Sejujurnya, pengalaman saya sendiri dengan socmed tidak terlalu “indah”, banyak pihak tertentu yang bersocmed tanpa beretika, seperti menawarkan produk dan mentag sesuka mereka, cenderung memamerkan kehidupan dan pencapaian diri yang lebih mengarah ke keangkuhan dan tidak ngaji saliro, seperti orang menengah keatas mengupload foto makanan mewah, sementara banyak saudara sebangsa kita yang kekurangan, bahkan sampai tidak makan. Hal-hal tersebut membuat saya tidak nyaman, sampai akhirnya memutuskan untuk menutup account Facebook.

Saya merasa twitter lebih berguna karena selain fungsi nya sebagai media interaksi juga informasi, seperti account detik, kompas dan lain-lain. Selain itu, menurut hemat saya, saya sangat mengagumi kehebatan dunia socmed, karena dalam seiri berjalannya waktu, peranannya berubah memfasilitasi berbagai pergerakan sosial kemasyarakatan.

Kemudian, dunia socmed apabila ditekuni secara profesional, akan mendatangkan banyak keuntungan misalnya seorang artis diminta untuk mentweet untuk memprosikan produknya, hal ini semakin menguntungkan karena socmed itu seperti MLM yang memiliki efek domino besar.

Terakhir dibutuhkan kearifan untuk memanfaatkan socmed ini seperti: tidak mudah terpancing dan terprovikasi, mencek dengan benar, kebenaran informasi sangat diperhatikan serta jangan sampai menyita waktu dan menurunkan produtivitas dalam bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s